√ Cerita Lucu Ah Tenane Solopos: Antre Duduk - Halaman Rumah Syamsa

Cerita Lucu Ah Tenane Solopos: Antre Duduk

Bisa dibilang, saya baru bisa konsisten nulis di koran Solopos hanya pada rubrik Ah Tenane. Selain karena tulisannya ringan dan receh, honornya sangat lancar meski tak sebanyak tulisan lain yang berat-berat. Target saya juga hanya sebulan sekali dimuat. Semoga idenya selalu muncul.

Ah Tenane Solopos
Ah Tenane Solopos: Antre Duduk

Tulisan kali ini, cerita lucu Ah Tenane berjudul Antre Duduk. Dimuat di Solopos pada 24 September 2021 dan baru diarsipkan di blog ini sekarang. Cerita ini saya kirimkan ke Solopos pada tanggal 22 September 2021. Sangat cepat masa tunggu pemuatannya. Alhamdulillah.

Cerita Lucu Ah Tenane Solopos: Antre Duduk


Judul cerita: Antre Duduk
Pengirim: Wakhid Syamsudin, Weru, Sukoharjo

Pagi menjelang siang awal September 2021, Jon Koplo pergi ke Kantor Samsat Sukoharjo untuk membayar pajak motor tahunan. Tak disangka, di sana banyak orang mengantre. Mungkin karena pelonggaran Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Koplo mengambil nomor antrean dan mendaftar ke bagian registrasi pajak, lalu menunggu nomornya dipanggil. Koplo melihat sekeliling, tak ada satu pun kursi kosong, semua diduduki pengunjung lain.

Selesai di loket pendaftaran, Koplo mengantre lagi di kasir pembayaran yang juga penuh, tidak ada tempat duduk untuknya. Cukup lama baru nomor antreannya dipanggil kasir.

Koplo kembali harus mengantre untuk pemgambilan STNK. Lagi-lagi dia harus berdiri karena tak kebagian tempat duduk.

Beberapa menit kemudian, Lady Cempluk, seorang gadis yang mengantre tepat di depan loket penyerahan STNK, berdiri karena nomornya dipanggil. Secepat kilat Koplo menduduki kursi yang ditinggal Cempluk. Dia nyaris kalah cepat dari Tom Gembus, pengantre lainnya.

Baru sesaat menikmati duduk, Koplo dikejutkan gerakan Cempluk yang mendadak mundur tanpa melihat ke belakang. Ia mengira kursi yang tadi didudukinya masih kosong.

Ah Tenane Solopos
Tampilan di koran Solopos

“Aduh!” Koplo berseru kaget. Apalagi tubuh Cempluk yang cukup berat tahu-tahu ada di pangkuannya. Si gadis pun tak kalah terkejutnya.

“Duh, maaf, Mas, saya pikir kursinya belum ada yang duduk,” kata Cempluk sambil lekas berdiri. Dia malu sekali karena tahu-tahu dipangku lelaki asing.

Eng... nggak apa-apa, Mbak. Saya pikir Mbak enggak duduk lagi,” kata Koplo yang juga kikuk.

“Saya masih nunggu STNK satu lagi. Tadi pajak dua kendaraan,” kata Cempluk menjelaskan.

Koplo kemudian berdiri dan mempersilakan Cempluk duduk. “Enggak usah, Mas yang duduk saja. Paling saya sebentar lagi kok,” kata Cempluk menolak.

Koplo tetap memilih berdiri, niatnya biar Cempluk tak sungkan duduk. Agak lama kursi itu kosong. Saat itulah Gembus yang sudah capai berdiri menduduki kursi itu.

Tak lama kemudian nomor Cempluk sudah dipanggil lagi untuk penyerahan STNK kendaraan satunya. Tinggallah Koplo menunggu antrean nomornya yang masih lama.

Ide Cerita Ah Tenane Solopos: Antre Duduk


Cerita ini adalah sebuah kejadian yang saya lihat di kantor samsat Sukoharjo saat saya membayar pajak motor. Saat menunggu penyerahan STNK, ada yang dapat tempat duduk dan banyak yang berdiri.

Ketika salah seorang dipanggil nomornya, ia berdiri. Orang lain menduduki bekas tempatnya duduk. Yang barusan berdiri mengambil STNK berniat duduk kembali karena ternyata ia pajak 2 kendaraan.

Yang terjadi ia duduk di pangkuan orang yang sudah menduduki tempat duduk itu. Akhirnya keduanya saling sungkan dan berdiri. Kursi kosong beberapa saat itu kemudian diambil alih orang ketiga.

Ide itulah yang saya tulis ini. Tentu dengan menyesuaikan sedemikian rupa agar layak muat di Solopos. Semoga cerita sederhana ini bisa menghibur kita semua. Terima kasih.

Get notifications from this blog

Jangan lupa beri komentar, ya... Semoga jadi ajang silaturahim kita.