√ Cerita Lucu Ah Tenane Solopos: Kartu Nikah - Halaman Rumah Syamsa

Cerita Lucu Ah Tenane Solopos: Kartu Nikah

Alhamdulillah, sekali lagi tulisan ringan saya berhasil dimuat di koran lokal kebanggaan warga Solo. Cerita lucu Ah Tenane di Harian Umum Solopos berjudul Kartu Nikah ini dimuat pada hari Kamis, 7 April 2022.
 
Ah Tenane Wakhid Syamsudin
Ah Tenane Solopos: Kartu Nikah

Cerita ini saya kirimkan melalui email pada hari Jumat, 25 Maret 2022. Meski belum sampai sebulan jarak dengan pemuatan, cukup membuat berdebar apakah akan lolos di Solopos. Bersyukur akhirnya pagi-pagi dikirimi foto korannya oleh Bu Noer Ima Kaltsum yang memang berlangganan Solopos. Semoga Bu Noer dan keluarga sehat selalu, ya.

Cerita Lucu Ah Tenane Solopos: Kartu Nikah


Judul cerita: Kartu Nikah
Pengirim: Wakhid S., Weru, Sukoharjo
 
Jon Koplo bahagia akhirnya bisa meminang gadis pujaannya, Lady Cempluk. Koplo yang bekerja di sebuah perusahaan tambang di Sumatra mengambil cuti untuk prosesi pernikahan dan bulan madu.
 
Sementara Cempluk yang bekerja di pabrik garmen di Sukoharjo ini hanya bisa libur beberapa hari. Tempat kerjanya sedang ramai order menjelang Ramadan.
 
Sepekan setelah menikah, Koplo ke Kantor Urusan Agama (KUA) Weru untuk menanyakan buku nikah. Di sana, dia diberi petunjuk mengunduh kartu nikah digital pengganti buku fisik.
 
Begitu mendapatkan file kartu nikah, Koplo mencari tempat yang bisa mencetaknya menjadi kartu seperti KTP. Dia bingung mencari tempat yang bisa melayani cetak kartu dan baru menemukannya di Tawangsari.
 
“Jadinya tiga hari, ya, Mas. Soalnya harus kami cetakkan ke Sukoharjo,” kata Nicole, penjaga kios.
 
“Besok saya berangkat ke Sumatra, Mbak,” kata Koplo.
 
“Ya, harus gimana lagi, Mas, kalau langsung jadi kami enggak bisa.”

Koplo akhirnya menurut. “Biarlah besok kalau sudah jadi kartu bisa dikirimkan istriku via pos,” begitu batinnya. Cempluk memang belum bisa ikut ke Sumatra.

Hari ketiga, Koplo sudah sampai di Sumatra. Cempluk yang sibuk belum bisa mengambil cetakan kartu. Dia meminta tolong kakaknya, Tom Gembus, untuk mengambilnya.
 
“Mas, minta tolong ambilkan kartu nikah bisa?” tanya Cempluk.
 
“Ini dicetak kayak KTP?” tanya Gembus. “Iya,” jawab Cempluk.

Ah Tenane Wakhid Syamsudin
Tampilan di koran Solopos

 
“Jauh-jauh amat, kan aku bisa cetak di sini, Pluk,” kata Gembus.
 
“Hah? Emangnya bisa?” tanya Cempluk.
 
“Iya, bisa. kan aku sudah lama melayani cetak kartu vaksin. Enggak harus nunggu lama bisa langsung jadi,” kata Gembus.
 
Oalah. Tiwas Mas Koplo jauh-jauh ke Tawangsari. Enggak langsung jadi pula,” sesal Cempluk.
 
Kalau di tempat Gembus, cetak kartu bisa gratis dan tak perlu mengirimnya lewat pos. Tetapi semua sudah telanjur.

Ide Cerita Ah Tenane Solopos: Kartu Nikah


Cerita ini terinspirasi dari kisah nyata adik saya, Nur, yang baru menikah 6 Maret 2022. Doakan, ya, semoga sakinah mawadah warahmah.

Suatu kali ia menyodorkan selembar nota pembayaran minta diambilkan cetakan kartu nikah digital di sebuah kios fotokopi di Tawangsari. Sama persis cerita di atas: suaminya, Musa, belum tahu kalau di tempat saya bisa mencetak kartu itu.

Saya mengolahnya sedemikian rupa biar bisa masuk ke Solopos pada rubrik ringan Ah Tenane. Jadilah cerita itu dimuat Ah Tenane Solopos: Kartu Nikah. Alhamdulillah, semoga rezeki kita semua melimpah dan berkah. Aamiin.

Get notifications from this blog

2 komentar

  1. Saya baru tahu sekarang ada kartu nikah digital, ternyata aku kudet banget

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, tapi buku fisik masih ada kok. Cuma melengkapi. Entah nanti ke depannya belum tahu.

      Hapus

Jangan lupa beri komentar, ya... Semoga jadi ajang silaturahim kita.