Halaman Rumah Syamsa: Berita
Selamat Jalan Nh. Dini

Selamat Jalan Nh. Dini


Sebuah kabar duka dari dunia sastra Indonesia, Nh. Dini meninggal dunia. Pesan demi pesan di grup-grup kepenulisan WhatsApp yang mengabarkan kepergian penulis novel bernama asli Nurhayati Sri Hardini Siti Nukatin itu.  Penulis novel Pada Sebuah Kapal itu meninggal dunia setelah mobil taksi yang ditumpanginya kecelakaan di Tol Tembalang KM 10, Kota Semarang, Jawa Tengah, Selasa, 4 Desember 2018 pukul 16.30. Mengalami luka di bagian kepala dan kaki kanan, sempat mendapat perawatan medis di RS Elisabeth Semarang sebelum takdir menentukan, nyawanya tidak tertolong.

Nh. Dini berpulang dalam usia 82 tahun, semasa hidup sangat produktif dalam menulis. Penulis kelahiran Semarang, 29 Februari 1936 ini meninggalkan dua orang anak Marie-Claire Lintang Coffin dan Pierre Louis Padang Coffin, seorang kreator Minions, hasil pernikahan dengan Yves Coffin, yang berakhir dengan perceraian pada 1984.

Nh. Dini pernah mendapat penghargaan SEA Write Award di bidang sastra dari Pemerintah Thailand. Beberapa karya terkenal Nh. Dini di antaranya Pada Sebuah Kapal (1972), La Barka (1975), Namaku Hiroko (1977), Orang-orang Tran (1983), Pertemuan Dua Hati (1986), dan Hati yang Damai (1998). Lebih dari 20 buku telah ditulisnya.

Sebuah kehilangan besar bagi dunia sastra kita. Tapi karya Nh. Dini tetap abadi di hati para pecinta tulisannya. Selamat jalan, Nh. Dini. Telah sampai engkau pada sebuah kapal terakhir dalam perjalananmu.
Innalillahi, Sastrawan Danarto Meninggal Dunia

Innalillahi, Sastrawan Danarto Meninggal Dunia


Kabar duka dari dunia sastra Indonesia menyentak. Danarto, penulis dan sastrawan kelahiran Sragen, 27 Juni 1940, meninggal dunia akibat kecelakaan yang dialaminya. Penulis yang terkenal dengan kumpulan cerpen berjudul Godlob (1975) itu meninggal pada Selasa, 10 April 2018 pukul 20.45 WIB di Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta Selatan.

Kecelakaan yang dialami Danarto terjadi saat dia menyeberang jalan dari arah Kampung Utan di kawasan Ciputat, Tangerang Selatan sekira pukul 13.30 WIB. Sastrawan yang pernah memenangkan Hadiah Sastra 1982 Dewan Kesenian Jakarta, dan Hadiah Buku Utama 1982 ini hendak menuju ke Kantor Cabang BRI. Saat itulah, sebuah sepeda motor yang dikendarai Surya Lesmana (20) melaju menuju Lebak Bulus dari arah Ciputat. Motor itu menabrak Danarto saat tiba di dekat showroom Mandiri Motor.


Kondisi terakhir Danarto sebelum akhirnya meninggal dunia.
Penulis penerima Ahmad Bakrie Award untuk bidang kesusasteraan tahun 2009 ini mengalami pendarahan di kepala. Dia sempat dilarikan ke Rumah Sakit UIN sebelum akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta Selatan. Kondisi yang parah mengantar sang sastrawan menghadap Tuhannya pada pukul 20.45 WIB.

Jenazah akan dikebumikan di Sragen, di samping makam ibunya, sesuai wasiat yang pernah disampaikannya pada salah satu sahabatnya kala masih hidup. Semoga arwah almarhum diterima di sisi Allah dan ditempatkan di tempat terbaik. Aamiin.