√ Cerita Lucu Ah Tenane Solopos: COD Barengan - Halaman Rumah Syamsa

Cerita Lucu Ah Tenane Solopos: COD Barengan

Cerita lucu Ah Tenane Solopos kali ini berjudul COD Barengan. Cerita yang saya buat ini dikirim ke Solopos via email pada 22 November 2021 dan berhasil dimuat pada 27 November 2021. Hanya sebuah cerita sederhana, sebagai ikhtiar agar tetap konsisten nulis Jon Koplo.

Ah Tenane Solopos
Ah Tenane Solopos: COD Barengan

Berikut ini saya post cerita utuh yang saya buat. Jadi yang tayang di Solopos sudah melalui penyuntingan editornya. Kalau mau baca versi di koran bisa scrol ke bawah, ada penampakannya di situ. Selamat membaca!

Cerita Lucu Ah Tenane Solopos: COD Barengan


Judul cerita: COD Barengan
Pengirim: Wakhid Syamsudin, Weru, Sukoharjo

Program vaksinasi Covid-19 memberi berkah tersendiri buat Jon Koplo. Tokoh kita yang tinggal di Ngreco, Weru ini melayani jasa cetak sertifikat vaksin menjadi kartu seperti KTP berbahan PVC. Untuk mencetak kualitas bagus, Koplo memercayakan pada salah satu percetakan top markotop di Sukoharjo. Berhubung ia sudah punya jaringan reseller olshop, maka cukup banyak orderan kartu vaksin yang berhasil didapatnya.

Suatu kali, ia mendapat pesan Whatsapp dari Gendhuk Nicole, salah satu reseller-nya yang tinggal di Jatingarang, Weru, menanyakan orderan kartu vaksinnya sudah jadi atau belum. Kebetulan Nicole dapat 10 pemesan. “Sudah jadi, tapi COD besok saja, ya, sekalian ada barengan COD searah ke Karanganyar dan Watukelir,” balas Koplo.

“Beneran besok, ya, Mas Koplo… soalnya ada pemesan yang mau berangkat merantau nunggu kartu vaksinnya jadi,” balas Cempluk memastikan.

Esoknya, Koplo mengambil hasil cetakan kartu vaksin ke Sukoharjo. Baru pada siangnya ia bersiap COD ke tempat tinggal para reseller-nya yang searah. Lady Cempluk mengingatkan suaminya untuk membawa mantol karena cuaca mendung cukup gelap. Berangkatlah Koplo mengantar pesanan kartu vaksin ke arah selatan, COD barengan ke tiga lokasi.

Pertama Koplo COD dengan reseller di Karanganyar, Weru, di depan sebuah masjid besar. Saat menuju ke lokasi COD kedua, mendadak hujan turun dengan derasnya. Koplo lekas menepikan motor dan mengambil mantol dari dalam jok. Gawainya berbunyi, ternyata Gembus, reseller yang hendak COD di Watukelir menelepon.

“Mas Koplo, hujan deras ini. Sampeyan sudah di jalan?” tanya Gembus.

“Iya, ini sudah mau sampai pertigaan Watukelir,” jawab Koplo.

“Aku enggak punya mantol, Mas. Sampeyan antar ke rumahku saja, ya? Maaf banget,” kata Gembus.

“Iya, aku antar ke rumah saja, toh enggak jauh ini,” kata Koplo setuju. Lekas ia meluncur ke rumah Tom Gembus yang sebenarnya lumayan jauh dari perempatan Watukelir tempat biasa mereka COD.

Sampai di rumah Gembus, Koplo lekas menyerahkan belasan kartu vaksin orderannya. Hujan masih mengguyur deras saat Koplo hendak menuju ke Jatingarang untuk COD dengan Nicole.

Tibalah ia di rumah Nicole. “Hujan-hujan nekat ngantar, Mas Koplo?” sambut Nicole. Koplo memarkir motor lalu berjalan ke serambi rumah Nicole. Setelah terlindung dari guyuran hujan, ia membuka tas selempangnya dan tampak mencari-cari sesuatu.

“Kok enggak ada, ya?” Koplo bicara sendiri.

“Apa yang enggak ada, Mas?” tanya Nicole.
COD Barengan
Tampilan di koran Solopos

Koplo berhenti mencari lalu mencoba mengingat-ingat. Barulah kemudian ia menepuk jidat. “Ya Allah, aku lupa! Kartu vaksinnya ada di dalam jok motor yang di rumah. Lupa belum kupindah ke tas.”

“Walah, jadinya enggak kebawa ini, Mas?” tanya Nicole dengan nada agak kecewa. “Padahal aku sudah janji ke pemesan kalau hari ini jadi.”

“Terpaksa aku pulang dulu, Mbak. Sebentar ya, maaf malah kelupaan.”

“Ya sudah, Mas, mau bagaimana lagi.”

Koplo segera menuju ke motornya. Mana hujan makin deras saja! Dasar nasib, niatnya mengirit waktu dan bensin buat COD barengan, eh, malah kelupaan bawa pesanannya!

Ide Cerita Ah Tenane Solopos: COD Barengan


Cerita ini adalah pengalaman pribadi saya. Tapi ada yang saya ubah agar pas dengan momennya. Pengalaman aslinya, saya COD amplop sumbangan sih, berhubung lagi ramai cetak kartu vaksin maka saya ganti barang jualannya kartu vaksin. Untuk runutan cerita ya seperti itu.

Semoga ini menjadi catatan sejarah, bahwa pernah ada zaman pandemi Covid-19 dan salah satu ikhtiar pemerintah menggalakkan vaksinasi. Dan itu membuka peluang bisnis cetak kartu vaksin, termasuk saya mendapatkan berkah itu.

Semoga tak bosa membaca Jon Koplo saya. Terima kasih.

Get notifications from this blog

2 komentar

  1. saya juga sering baca cerita lucu simple seperti ini, untuk menghibur hari yang lelah hehehehehe

    BalasHapus

Jangan lupa beri komentar, ya... Semoga jadi ajang silaturahim kita.